Sunday, August 7, 2011

Kecanduan Ponsel Pintar Lebih Parah dari Perkiraan

Kecanduan orang akan perangkat serupa ponsel pintar ternyata lebih parah daripada yang disangka. Temuan ini dilaporkan dalam jurnal Personal and Ubiquitous Computing.

Antti Oulasvirta, peneliti senior di Helsinki Institute for Information Technology mengistilahkan ketergantungan tersebut sebagai "kebiasaan memeriksa". Katanya,

Zuckerberg Hengkang Dari Facebook

Salah satu anggota keluarga Zuckerberg hengkang dari jajaran petinggi Facebook. Jangan kaget dulu, orang itu bukanlah CEO dan pendiri Facebook Mark Zuckerberg, melainkan Randi Zuckerberg, kakak perempuan Mark.

Randi sendiri sebelumnya menjabat sebagai Direktur Marketing Facebook. Namun sebuah keputusan berani diambil wanita ini setelah Facebook tengah meraksasa untuk memulai petualangan baru di perusahaan yang didirikannya sendiri.

Awas, Foto Profil Facebook Bisa Mengundang Bahaya

Bayangkan jika seseorang bisa menggali informasi hanya dari foto profil yang terpampang di Facebook. Dengan bantuan aplikasi khusus, hal tersebut bisa saja terjadi.

Hal ini diungkapkan oleh Alessandro Acquisti, asosiasi profesor TI dari Universitas Carnegie Mellon, dalam ajang Black Hat di Las Vegas, Amerika Serikat.

Wednesday, August 3, 2011

Apa itu Sawityowit?

Di Twitter Indonesia beredar tagar #sawityowit dari akun Twitter Sawityowit Watch. Tagar itu masuk tren nomor 4. Beberapa jam lalu ia sempat bertengger di posisi ke tiga. Tapi apa artinya “sawityowit” itu?

Wow, Ada Baterai Seukuran Bakteri

Ilmuwan dari Rice University di Houston, Texas, Amerika Serikat, mengembangkan baterai yang ukurannya enam kali lebih kecil dari bakteri. Meski super kecil ukurannya, baterai ini bisa digunakan untuk berbagai perangkat elektronik, termasuk sensor yang berfungsi menganalisa sel tunggal.

Dengan lebar 150 nanometer, baterai ini seratus kali lebih tipis dari rambut manusia dan 60 ribu kali lebih kecil dibandingkan baterai jenis AAA. Para pengembangnya mengklaim, ini adalah baterai terkecil di dunia.

Sebenarnya, baterai tersebut merupakan persilangan antara baterai dengan superkapasitor. Superkapasitor sendiri dapat menghantarkan lebih banyak energi ketimbang baterai.

Baterai itu dibuat dari ribuan matrik kecil nan padat. Setiap baterai merupakan kawat nano dengan setengah dari kawat tersebut bekerja sebagai elektroda negatif dan lainnya sebagai elektroda positif.
Baterai nano ini kemungkinan besar akan lebih sering digunakan untuk keperluan medis, seperti memberikan daya untuk perangkat medis yang dapat diimplan, sensor biologis dan kimia serta jaringan mikroskopik wireless.

Hingga saat ini, baterai tersebut masih berupa prototype dan masih terus dikembangkan. Para penciptanya belum membeberkan kapan akan mengkomersilkannya.

sumber : detiknet

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls